Ukuran ; Guru vs Nabi


Balai Pemuda Surabaya,01/11/12. Bambang wetan, kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkot Surabaya tiap pertengahan bulan hijriah yang di gawangi Cak Nun dan Kiyai kanjengnya. dalam diskusinya membicarakan dunia ilusi tingkat tinggi yang penuh makna. Sejauh penulis mengikuti diskusi, entah di kampus , entah di kawan-kawan himpunan mengenal pembendaharaan arti guru dan nabi sering di perbincangkan, apalagi penulis adalah seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Surabaya yang mengambil jurusan PAI yang orientasinya ke pendidikan islam, tak asing mengenal kata guru. Di sini di diskusi Bambang wetan penulis menemukan arti definisi lain mengenai arti guru dan nabi. Dari salah satu pemateri di depan, yang penulis tak mengenal namanya mengatakan guru adalah orang yang membangunkan orang tidur. dalam artian ketika seseorang tertidur dan mengalami mimpi buruk maka tugas guru adalah membangunkan orang tersebut. dan kalau orang itu tertidur dan mengalami mimpi buruk berkelanjutan maka guru itu yang harus terus membangunkan. Mimpi buruk di sini adalah perilaku yang melanggar aturan. berbeda dengan Nabi, ketika seseorang tertidur tugas nabi itu masuk dalam tidur orang tersebut dan menyerukan dalam mimpinya tentang kebaikan. sampai dia terbangun nabi terus menyerukan kebaikan.  tahukah anda apa setelah orang tersebut terbangun? yaitu alam akhirat.

Sambung Cak nun: Tema Takeran /Ukuran

Ngaji itu dari kata Benda. Ngaji itu tidak mengutamakan sistematika berpikir, ngaji itu opo ae. Materi iku tidak bisa di jadikan ukuran, orang yang sudah sholat terus sudah di anggap solat. itu tidak bisa di jadikan ukuran kawan. coba kita analogikan kalau misalakan dia sholat cuma pura-pura, apakah dia sudah di namakan solat, tidak kan!. Nah itu contoh bahwa materi itu tidak bisa di jadikan. banyak kasus kasuistik yang terjadi di dunia yang manusia menganggap materi bisa di jadikan ukuran. itu salah kaprah. Dalam hidup itu kita memerlukan kepentingan. Apa sih kepentingan itu? ketika kita bercumbu istri kita niatkan dalam hati kita mengabdi kepada Allah, untuk Allah, karena Allah. itu arti kepentingan.

Ada Beberapa tingkatan dalam hidup:

1. Wala Yadul Hawas adalah dimensi wilayah materi atau ilmu katon (bahasa Jawa) /Softwear

2. Wala yaduk khif adalah Memori, Film, Tool save data. /Hardware.

3. Wala Yadul Kaher

“Jowo di Gowo, Arab di Garap, Barat di Ruwat”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s